Senin, 10 Oktober 2016

Liburan ke Pantai G-Land Banyuwangi


Hari itu, saya bersama D'Problem yang jumlah anggotanya 7 orang akan mengunjungi sebuah wisata yang letaknya berada di banyuwangi yaitu G-land. Perjalanan dari kota kami Probolinggo menuju Banyuwangi menghabiskan waktu kurang lebih 5 jam dengan menaiki kereta api jurusan Probowangi. Sesampainya disana saya langsung bertemu dengan ibu karena memang pada saat berencana untuk mengunjungi wisata di kota banyuwangi, saya mengkabarkan kepada ibu untuk menjemput di stasiun karena ibu saya juga, dan akhirnya kami makan siang di banyuwangi tanpa mengeluarkan uang karena sudah ada ibu saya yang membayarnya.
Setelah kami merasa kenyang, kami melanjutkan perjalanan menuju Alas Purwo dengan menaiki angkot dan kami sudah saling negosiasi harga untuk sampai langsung di area pos Alas Purwo. Sesampainya disana, sopir angkot memberikan saran kepada kami karena memang tempatnya yang seram, kami dilarang mencuri benda apapun yang berada disana, berkata kotor, kencing sembarangan, berzina (padahal anggota kami semuanya laki laki). Kamipun melanjutkan perjalanan dengan jalan kaki sejauh 12 km dengan jalanan yang bukan aspal serta pemandangan penuh pohon pohon rindang. Untungnya kami membawa cadangan air minum yang banyak sehingga pada saat berjalan kami tidak kehabisan air minum, bahkan sempat juga di tengah hutan kami istirahat sambil minum kopi karena kami membawa termos yang di dalamnya terdapat air panas.
Sesampainya disana kami dikejutkan dengan pemandangan yang indah serta orang asing yang jauh lebih banyak daripada penduduk lokal banyak juga hewan yang kami jumpai seperti : rusa; babi hutan; kera; dan yang lainnya. Kami beristirahat di area tower yang sudah di sediakan disana seperti yang seperti bangunan kayu tanpa tembok dan bertingkat. Haripun sudah mulai sore dan kami pun segera memasak untuk makan karena setelah perjalanan 12 km kami banyak menguras tenaga, setelah menyiapkan semuanya, banyak kera yang menghampiri kami, tidak lama kemudian ada seekor kera yang mendekat dari belakang, kami bergegas untuk mengusirnya namun ada seekor kera lagi yang lari mendekat dibagian depan dan sudah mencuri mie instan yang telah kami siapkan untuk bahan masakan. Rasa kesal penuh tawa yang kami rasakan karena hilangnya salah satu cadangan makanan serta tingkah salah satu teman yang loncat loncat mengejar kera yang telah mencuri mie instan itu. Penjagaan pun kami lakukan, saya bersama teman membawa senjata sederhana dari batang pohon yang panjang bertujuan untuk mengusir kera yang mendekat, dan yang lainnya menyiapkan makanan dan minuman. Kopi yang kita minum berbeda rasanya dari kopi kopi yang seperti biasanya, karena air yang kami ambil dari salah satu sumber air kran di daerah tersebut adalah air payau. Namun dengan canda gurau bersama kawan kawan menghilangkan rasa kopi yang tidak enak tersebut.
Tak terasa hari sudah semakin gelap dan tentunya kita sudah makan lagi pada malam itu, kami lanjutkan dengan duduk santai di sebuah bebatuan di atas tepi pantai dan mendengarkan suara ombak dengan suasana yang seram sepi sunyi, berbeda pada malam malam yang pernah kami jumpai, namun tidak ada penampakan atau suara yang kami dengar selain suara ombak yang lumayan keras, kami ngobrol sampai kami merasa ngantuk dan memutuskan untuk beristirahat.

Keesokan harinya kami lihat di pantai banyak orang asing yang sedang bermain air (Surfing) dan berjemur, kami juga bergegas menyiapkan makanan lagi dan bergegas untuk pulang dengan berjalan kaki lagi sejauh 12 km untuk sampai ke pos, setelah itu kami beristirahat di pos pertama untuk memasuki wisata G-land itu. Karena pada Alas Purwo ke kota jaraknya sangat jauh kami memutuskan untuk menunggu truk yang hendak pergi ke kota untuk ditumpangi. Sampailah di kota dan melanjutkan perjalanan menuju kota tercinta dengan menaiki bus.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar